Biografi my brother
Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Nama saya, Nur Azizah kelas 1 C pai IAIN Pontianak.
Halo sahabat blogger, apa kabar ni? Semoga sehat selalu
ya.
Baik, pada kesempatan kali ini saya akan memenuhi tugas
Bahasa Indonesia yaitu membuat Biografi seseorang. Disini saya menulis biografi
saudara saya yaitu abang saya. Simak ya!
Biografi Abang : Mahmud Ismail S. Kom. I
Nama abang saya adalah Mahmud Ismail dan biasa dipanggil
Mahmud, lahir di desa Peniti Luar 24 April 1987. Abang adalah anak kedua dari
lima bersaudara dari pasangan Ismail A. Kadir dan Zubaidah. Sekarang alamatnya
di Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai
Sumatera Barat.
Pendidikan pertamanya diawali di SDN 12 Parit Tayan, dan
diselesaikannya pada tahun 2000. Di waktu Sekolah Dasar ini banyak sekali
prestasi yang ia dapatkan di kelas yaitu menjadi juara kelas. Pada saat sekolah
dia sering membawakan titipan bibi untuk dijual di sekolah. Tak hanya itu dia
juga menjaga adik-adiknya dirumah jika orang tua sedang bekerja. Saya teringat
waktu kecil sering dimarahi olehnya. Di waktu senggangnya dia sering menulis
bahasa arab atau al-Qur’an di rumah. Dan ibu saya melihat tulisannya bagus, ada
kehendak ibu ingin memasukkan dia ke pesanteren. Dan responnya sangat senang
sekali.
Kemudian abang melanjutkan sekolahnya ke Mts/ pondok
pesantren Khulafaur Rasyidin Pontianak, Kalimantan Barat. Disini abang juga
selalu mendapat peringkat di kelasnya. Dari sana abang tamat pada tahun 2003.
Disini dia mengikuti OSKAR (Organisasi santri Khulafaur rasyidin) dan menjabat
sebagai ketua bagian bahasa. Di samping untuk biaya SPP abang mengajar ngaji
disana dan mengajar bahasa arab. Dan alhamdulillah bisa membantu untuk membayar
uang sekolahnya.
Selanjutnya dia masuk lagi di tempat yang sama yaitu MAS
Khulaur Rasyidin Pontianak dan tamat pada tahun 2006. Setelah tamat MA dia
melanjutkan pendidikannya ke jenjang Perguruan Tinggi di STID. MOH. NATSIR Bekasi pada tahun 2006 – 2011, dengan gelar
Sarjana Komunikasi Islam, program Studi Komunikasi Penyiaran Islam. Saat itu
menyusun skripsinya yang berjudul “ Peran Media Islam Memperjuangkan Aspirasi
dan Hak-hak Ummat, Analisis Wacana Rubrik Laporan Utama Majalah Hidayatullah
2008 “. Saat kuliah banyak sekali organisasi yang pernah diikuti antara lain,
LP3NC bagian penulisan arab, HMI-MPO sebagai ketua Divisi Organisasi Mahasiswa
2008-2010, Lembaga Dakwah Peduli Kalbar 2008-2010 dan lain-lain.
Pada tahun 2008 -2010 dia bekerja menjadi pengurus,
penulis dan pembantu umum Yayasan Masjid Al-Munawarah Tanah Abang Jakarta Pusat
dan diangkat menjadi pengurus perpustakaan Masjid At-Tayyibah Condet Celilitan,
Jakarta Timur.
Dan pada tanggal 11 November 2011 dia menikah dengan
seorang gadis Padang yang bernama Liza Zahara. Awalnya dia tak menyangka bisa
menikah dengan orang Padang, karena kakak ipar saya ini yang dulu menyukainya
saat abang masih di Jakarta. Mereka bertemu di Jakarta tepatnya saat abang
masih sibuk dengan pekerjaanya. Mereka menikah di Mentawai Sumatera Barat. Dan
pada saat itu orang tua saya tidak bisa hadir karena keadaan ekonomi yang belum
cukup untuk kesana. Selanjutnya pada
tahun 2014 lahirlah anak pertamanya yang bernama Faizah Izzatul Islamiyah.
Selanjutnya pada tahun 2015 – Februari 2018 pernah
menjadi guru bidang studi Pkn, SKI, dan TIK di Mts dan MAS Islamic Center
Syeikh Sholih Ar-Rajihi Siberut Selatan. Dan sekarang dia bekerja menjadi Guru
tetap studi bahasa arab, fikih, tarikh dan Aqidah Islam di Madrasah Ibtidaiyah
al –Washiliyah Muara Siberut Mentawai serta menjadi Da’i lapangan Dewan Dakwah
Islamiyah Indonesia. Orang sana memanggilanya pak ustadz.
Di Mentawai dia sering dipanggil untuk menjadi pembicara
di masjid-masjid dan selalu menjadi Imam sholat jum’at maupun fardhu disana.
Tapi karakteristik abang dari dulu sampai sekarang tidaklah berbeda, dia yang
suka marah-marah dan melimpahkan masalah pribadi kepada orang-orang yang tak
bersalah. Disamping itu orangnya sangat bersih rapi, tetapi juga penyayang
meski orangnya agak jutek.
Kadang-kadang juga saya biasa memanggilnya pak ustad dan
dia malah tertawa. Menurutnya lucu saja. Setiap bulan beliau mengirimkan uang
untuk keluarganya di kampung. Alhamdulillah rezekinya selalu lancar dan
dimudahkan Allah. Jujur, dari dulu sampai sekarang saya adalah adik yang selalu
dimanjakannya karena memang beliau sayang sama adik-adiknya. Saya paling dekat
memang sama dia, teringat dulu saat beliau pulang saya langsung berambisius
untuk minta gendong sama dia. Sangat mengesankan ya. Tapi sekarang sudah lama
beliau tidak pernah pulang lagi dengan alasan pekerjaan yang tidak bisa
ditinggalkan dan kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk pulang kampung.
Biasanya kalau saya mengalami kesulitan dalam
pembelajaran saya langsung konsultasi sama beliau, dan Alhamdulillah dia selalu
semangat mengajar dan membimbing saya sampai mengerti. Keahliannya sangat
banyak sekali khususnya dari segi teknologi komunikasi. Biasanya kalau saya ada
masalah dengan laptop saya langsung menghubunginya. Tak hanya itu saya
menyebutnya dengan pakar bahasa arab karena speak arabnya keren sekali. Dari
segi bicaranya, pemaknaanya sampai pada penulisannya. Menurut saya sosok beliau
adalah sangat berjasa di hidup saya, karena beliau yang selalu mengingatkan
saya tentang ibadah, dan sukses untuk masa depan yang baik. Dia selalu
menekankan kepada saya tentang nikmatnya hidup sukses di masa depan dengan
tidak meninggalkan pedoman Al-Qur’an dan Sunnah.
Contoh saja pada saat mau masuk kuliah banyak sekali
bantuan yang diberikan mulai dari uang masuk dan daftar ulang sampai pengurusan
beasiswa yang akhirnya dapat sekarang. Saya merasa sangat beruntung mempunyai
abang sepertinya karena beliau sosok yang penting sampai saya ke titik sekarang
ini. Sempat saya bermimpi untuk menjadi sepertinya yang mandiri saat sekolah
dan berani merantau di daerah orang. Tapi apalah daya orang tua tidak mau
kehilangan anak perempuannya ini.
Dia selalu mendukung minat saya meski kadang orang tua
juga melarang. Karena orang tua mungkin belum mengerti keinginan anaknya ini,
tetapi abang Mahmud ini selalu mendukung dan membantu jika itu positif dan
bermanfaat. Dia selalu bilang sama saya “ pilihlah ilmu dan adab akhlak, selalu
baik, optimis, dan semangat”. Ini membuat saya selalu mencoba untuk bisa
menampilkan yang terbaik meski itu berat dan penuh tantangan.
Sebelum saya membuat biografi ini saya bertanya dulu
kepada beliau dan izin untuk mengutip riwayat hidupnya. Dan Alhamdulillah
responnya sangat positif dan langsung mengirim biodata lengkapnya. Menurut saya
abang adalah orang yang tidak berhenti puas dengan hasil yang didapat, dia
selalu merasa kurang terhadap dirinya, dan selalu ingin bermanfaat untuk orang
lain.
Cita-citanya sampai sekarang masih sama yaitu dia ingin
membangun pendidikan di Kalbar dan
membuat perpustakaan madrasah dan lembaga keislaman serta kepemudaan dan ingin
mengajak keluarganya ke Mekkah dan Madinah. Semoga saja impian ini tercapai dan
diijabah oleh Allah swt. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
Sekian biografi yang saya tulis, semoga dapat diambil
hikmah didalamnya. Terimakasih atas perhatiannya. See you next time!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
